Sabtu, 23 April 2011

BAB 1 PENDAHULUAN (INTRODUCTION)

Dalam Era globalisasi dan pasar bebas, berbagai jenis barang dan jasa dengan berbagai merek muncul di pasaran Indonesia. Persaingan antarmerek akan semakin tajam dalam merebut konsumen. Konsumen bebas memilih barang yang mereka inginkan. Pemasar berkewajiban mengerti dan memahami konsumen  sehinggan pemasar dapat menyediakan barang dan jasa sesuai dengan yang dibutuhkan oleh konsumen. Konsumen telah menjadi pusat perhatian pemasar karena konsumen yang akan memutuskan pembelian suatu barang atau jasa. Menurut Peter dan austin (1985) dalam Engel, Blackwell, dan Miniard (1990) ”Dalam sektor swasta atau publik, dalam perusahaan besar atau kecil, kami memahami bahwa hanya ada dua cara untuk menciptakan dan mempertahankan prestasi unggul dalam waktu yang lama. Pertama, beri perhatian luar biasa kepada pelanggan Anda lewat pelayanan yang unggul dan kualitas yang unggul. Kedua, teruslah berinovasi, itu saja (hal 4)”.
Konsumen dapat diartikan menjadi dua, yaitu konsumen individu dan konsumen organisasi. Konsumen individu umumnya membeli barang untuk digunakan sendiri atau dengn kata lain konsumen individu sering disebut pemakai akhir atau konsumen akhir. Konsumen organisasi adalah konsumen yang terdiri dari organisasi bisnis, yayasan, lembaga sosial, pemerintah, dan lembaga lainnya. Konsumen organisasi biasanya membeli barang untuk digunakan dalam kepentingan organisasinya.
Menurut Schiffman dan Kanuk (1994) mendefinisikan perilaku konsumen dapat diartikan sebagai ”perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam membeli, mencari, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan dapat memuaskan kebutuhan mereka.” Sedangkan Engel dan Blackwell mengartikannya sebagai ”tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk barang dan jasa, termasuk proses yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.”
Ada beberapa alasan mengapa perilaku konsumen penting untung dipelajari, yaitu:
  • Kepentingan pemasaran
  • Kepentingan pendidikan dan perlindungan konsumen
  • Perumusan kebijakan masyarakat dan undang-undang perlindungan konsumen.
Proses keputusan konsumen dalam membeli atau mengonsums produk barang dan jasa akan dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu:
  • Kegiatan pemasaran yang dilakukan produsen atau lembaga lainnya
  • Faktor perbedaan individu konsumen
  • Faktor lingkungan konsumen
Proses pengambilan keputusan konsumen terdiri atas pengenalan terhadap kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan kepuasan konsumen.
Summarized by Dewanti Putri Pratiwi (majoring in Department of Community Nutrition, College of Human Ecology, Bogor Agricultural University)
Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen : Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran (Consumer Behaviour : Theory and Application in Marketing)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar