Obesitas adalah penimbunan jaringan lemak secara berlebihan akibat ketidakseimbangan antara asupan energi (energi intake) dengan pemakaian energi (energi expenditure). Asupan energi terlalu berlebihan sementara kebutuhan rendah akibat aktifitas yang kurang.Gangguan keseimbangan energi ini dapat disebabkan oleh faktor eksogen (obesitas primer) sebagai akibat nutrisional (90%) dan faktor endogen (obesitas sekunder) akibat adanya kelainan hormonal, sindrom atau defek genetik (meliputi 10%).
Gejala dan Tanda Obesitas
Berdasarkan distribusi jaringan lemak, obesitas dibedakan menjadi :
· Apple shape body (distribusi jaringan lemak lebih banyak dibagian dada dan pinggang)
· Pear shape body/gynecoid (distribusi jaringan lemak lebih banyak dibagian pinggul dan paha)
Obesitas secara klinis mudah dikenali, karena mempunyai ciri-ciri yang khas, antara lain :
· Wajah bulat dengan pipi tembem dan dagu rangkap
· Leher relatif pendek
· Dada membusung dengan payudara membesar
· Perut membuncit (pendulous abdomen) dan striae abdomen
· Pada anak laki-laki : Burried penis, gynaecomastia
· Pubertas dini
· Genu valgum (tungkai berbentuk X) dengan kedua pangkal paha bagian dalam saling menempel dan bergesekan yang dapat menyebabkan laserasi kulit.
Pengobatan,Perawatan, dan Pencegahan
Prinsip pengobatan dan perawatan penyakit obesitas adalah mengurangi asupan energi serta meningkatkan keluaran energi, dengan cara pengaturan diet, peningkatan aktifitas fisik, dan mengubah/modifikasi pola hidup.
1. Menetapkan target penurunan berat badan
3. Pengaturan aktifitas fisik
4. Mengubah pola hidup/perilaku
5. Diperlukan peran serta orang tua sebagai komponen intervensi, dengan cara :
· Pengawasan sendiri terhadap: berat badan, asupan makanan dan aktifitas fisik serta mencatat perkembangannya.
· Mengontrol rangsangan untuk makan. Orang tua diharapkan dapat menyingkirkan rangsangan disekitar anak yang dapat memicu keinginan untuk makan.
· Mengubah perilaku makan, dengan mengontrol porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi dan mengurangi makanan camilan.
· Memberikan penghargaan dan hukuman.
· Pengendalian diri, dengan menghindari makanan berkalori tinggi yang pada umumnya lezat dan memilih makanan berkalori rendah.
· Peran serta orang tua, anggota keluarga, teman dan guru.
· Konseling problem psikososial, terutama untuk peningkatan rasa percaya diri
· Terapi intensif
Untuk obat-obatan, ada 2 jenis utama obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi obesitas, yaitu obat yang mengurangi nafsu makan, contohnya fenfluramin, deksfenfluramin, fentermin dan obat yang menghalangi penyerapan zat gizi dari usus, contohnya orlistat (menghalangi penyerapan lemak di usus).
Pencegahan obesitas dilakukan sejak dini dengan pola makan yang sehat. Selain itu juga perlu dibiasakan olahraga secara teratur untuk mengimbangi asupan makanan yang dikonsumsi.


kita juga punya nih Obesitas mengenai laba bersih silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
BalasHapushttp://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/481/1/Tri_Wulan_Anita_Self_Regulated.pdf